Pendidikan di Indonesia masih harus berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Hal ini tidak terlepas dari masih banyaknya aspek-aspek dalam pendidikan yang harus dibenahi bersama oleh seluruh pihak. Salah satu aspek mendasar tersebut adalah pemahaman masyarakat tentang pendidikan secara aplikatif. Banyak masyarakat yang masih keliru dengan perannya masing-masing dalam sistem pendidikan di Indonesia. Selain itu, banyaknya pelajaran yang dipelajari murid di sekolah tidak berbanding lurus dengan penguasaan siswa terhadap pelajaran tersebut dan masih banyak orang yang lebih menghargai nilai yang diperoleh di sekolah daripada proses pembelajarannya.
Pendidikan di Indonesia masih harus berjuang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan salah satu cita-cita bangsa Indonesia yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Hal ini tidak terlepas dari masih banyaknya aspek-aspek dalam pendidikan yang harus dibenahi bersama oleh seluruh pihak. Salah satu aspek mendasar tersebut adalah pemahaman masyarakat tentang pendidikan secara aplikatif. Banyak masyarakat yang masih keliru dengan perannya masing-masing dalam sistem pendidikan di Indonesia. Selain itu, banyaknya pelajaran yang dipelajari murid di sekolah tidak berbanding lurus dengan penguasaan siswa terhadap pelajaran tersebut dan masih banyak orang yang lebih menghargai nilai yang diperoleh di sekolah daripada proses pembelajarannya.
Memulai menulis itu butuh perjuangan yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat
besar…
Bagaimana tidak, untuk mengeluarkan kata-kata dari pikiran
saja rasanya sesulit menyentuh bulan dengan tangan kosong dari bumi (ga mungkin
juga kali yaa hahaha)
Kenapa menulis? Karena gw merasa terlahir untuk memiliki
hubungan baik dengan kata-kata, dengan Bahasa. Saat duduk di bangku Madrasah
Aliyah (MA, setara dengan SMA), gw pernah membuat cerpen saat pelajaran Bahasa
Indonesia. Gw lupa persisnya tentang apa cerpen tersebut, namun yang gw ingat
sampai hari ini adalah pujian dari guru Bahasa Indonesia yang mengatakan bahwa
cerpen yang gw buat itu bagus. Gw pun bahagia karena hasil karya gw diapresiasi
oleh guru gw tersebut. Setelah kejadian itu, gw lupa kapan persisnya, ada lomba
menulis cerpen untuk majalah Hai (atau mungkin gw berinisiatif mengirimkan
cerpen gw ke majalah Hai, maafkan diri ini yang sudah banyak lupa hehe). Gw
mencoba menulis cerpen lagi dan gw kembali lupa apakah cerpen tersebut akhirnya
gw kirim ke redaksi majalah Hai atau tidak (kalau pun memang benar gw kirim,
rasanya cerpen gw tidak dimuat di majalah tersebut karena tidak ada kabar apa
pun tentang cerpen gw).
Buat apa hidup
Jika pendapatmu dianggap angin lalu
Buat apa hidup
Jika telingamu dipaksa mendengarkan ancaman dan sumpah serapah
Buat apa hidup
Jika pilihan hidupmu tidak dihargai
Buat apa hidup
Jika diperlakukan layaknya anjing gila yang dipasung
Buat apa hidup
Jika niat baikmu tidak dihargai
Buat apa hidup
Jika kedamaian jiwa hanyalah fatamorgana
Jadi, masih layak kah mempertahankan hidup
Jika dirimu mengalami semua ini
Jika pendapatmu dianggap angin lalu
Buat apa hidup
Jika telingamu dipaksa mendengarkan ancaman dan sumpah serapah
Buat apa hidup
Jika pilihan hidupmu tidak dihargai
Buat apa hidup
Jika diperlakukan layaknya anjing gila yang dipasung
Buat apa hidup
Jika niat baikmu tidak dihargai
Buat apa hidup
Jika kedamaian jiwa hanyalah fatamorgana
Jadi, masih layak kah mempertahankan hidup
Jika dirimu mengalami semua ini
Negeri ini banyak dihuni oleh orang latah
Segala sesuatu yang populer langsung diikuti
Populer sate taichan, banyak orang menjajakannya
Populer film tentang mendaki gunung, banyak orang berduyun-duyun menaikinya
Ramai Piala Dunia, banyak orang mendadak suka sepak bola
Salah mengikuti suatu tren yang sedang ramai?
Rasanya tidak perlu dipersalahkan
Asal tidak memaksakan
Terlahir dengan kehendak, pilihan pun dapat diciptakan manusia
Menjadi pengikut atau pelopor, pilihan ada di tangan
Rasanya hidup lebih indah jika menjadi seorang pelopor
Apalagi pelopor untuk hal-hal yang baik
Manfaatnya dapat dirasakan orang banyak
Jumat, 22 Juni 2018
#essay,
#menulispikiran
0
komentar
Pendidikan Islam yang Rahmatan Lil ‘Aalamiin: Sebuah Solusi atas Permasalahan di Era Global
Langganan:
Postingan (Atom)
