Ego
Otoriter
Khawatir
Kepercayaan
Ketegasan
Takut
Angkuh
Komunikasi
Materiil
Setara
Lelah
Refleksi
Jengah
Berbeda
Mendengarkan
Sedih
Prihatin
Durhaka
Bingung
Harapan
Keluarga
Orang tua
Pandangan
Fitnah
Cinta
Memulai menulis itu butuh perjuangan yang sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat
besar…
Bagaimana tidak, untuk mengeluarkan kata-kata dari pikiran
saja rasanya sesulit menyentuh bulan dengan tangan kosong dari bumi (ga mungkin
juga kali yaa hahaha)
Kenapa menulis? Karena gw merasa terlahir untuk memiliki
hubungan baik dengan kata-kata, dengan Bahasa. Saat duduk di bangku Madrasah
Aliyah (MA, setara dengan SMA), gw pernah membuat cerpen saat pelajaran Bahasa
Indonesia. Gw lupa persisnya tentang apa cerpen tersebut, namun yang gw ingat
sampai hari ini adalah pujian dari guru Bahasa Indonesia yang mengatakan bahwa
cerpen yang gw buat itu bagus. Gw pun bahagia karena hasil karya gw diapresiasi
oleh guru gw tersebut. Setelah kejadian itu, gw lupa kapan persisnya, ada lomba
menulis cerpen untuk majalah Hai (atau mungkin gw berinisiatif mengirimkan
cerpen gw ke majalah Hai, maafkan diri ini yang sudah banyak lupa hehe). Gw
mencoba menulis cerpen lagi dan gw kembali lupa apakah cerpen tersebut akhirnya
gw kirim ke redaksi majalah Hai atau tidak (kalau pun memang benar gw kirim,
rasanya cerpen gw tidak dimuat di majalah tersebut karena tidak ada kabar apa
pun tentang cerpen gw).
Langganan:
Postingan (Atom)
